PRM Bali Berpartisipasi dalam Pengembangan Kendaraan Listrik, Tawarkan 103 Titik Strategis Charging Station
Get One Indonesia
24 December 2025

Denpasar, Bali — Perhimpunan Rental Motor (PRM) Bali berpartisipasi aktif dalam upaya percepatan pengembangan kendaraan listrik di Bali setelah menerima undangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk terlibat dalam forum dan diskusi strategis terkait transisi energi di sektor transportasi.
Keterlibatan PRM Bali merupakan bentuk komitmen pelaku usaha rental motor dalam mendukung kebijakan pemerintah menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan, khususnya di sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian Bali.
Dalam forum tersebut, PRM Bali menegaskan bahwa rental motor memiliki posisi strategis sebagai moda transportasi utama wisatawan domestik dan mancanegara. Rental motor juga menjadi titik awal interaksi wisatawan dengan sistem transportasi lokal, sehingga berperan penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik, khususnya sepeda motor listrik.
Ketua Perhimpunan Rental Motor Bali Gede Mahatma Jaya menyampaikan bahwa minat terhadap motor listrik di Bali sebenarnya cukup positif. Namun demikian, tantangan utama yang masih dihadapi di lapangan adalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya serta kurangnya kepastian lokasi charging station yang mudah diakses oleh pengguna.
“Berdasarkan pengalaman kami di lapangan, faktor penentu adopsi motor listrik bukan semata-mata harga atau teknologi kendaraan, melainkan kepercayaan pengguna. Kepercayaan tersebut sangat dipengaruhi oleh ketersediaan charging station yang jelas, mudah dijangkau, dan terintegrasi,” ujar Gede Maha.
Sebagai kontribusi konkret, PRM Bali menawarkan 103 titik strategis yang berpotensi dikembangkan sebagai lokasi charging station motor listrik. Titik-titik tersebut tersebar di kawasan wisata utama, area dengan konsentrasi usaha rental motor, serta lokasi yang dekat dengan aktivitas wisatawan.
PRM Bali menilai bahwa penyediaan charging station di titik-titik strategis tersebut akan memberikan dampak langsung, antara lain meningkatkan kepercayaan wisatawan, mendorong pelaku rental untuk menambah unit motor listrik, menurunkan biaya operasional, serta mengurangi emisi dan kebisingan di kawasan wisata.
Selain mendukung transisi energi, pengembangan charging station juga dipandang sebagai peluang ekonomi baru. Kolaborasi dapat dilakukan dengan berbagai pihak, seperti hotel, UMKM, desa adat, dan BUMDes, untuk membangun ekosistem usaha turunan, termasuk layanan perawatan baterai, teknisi kendaraan listrik, hingga model bisnis charging-as-a-service.
PRM Bali menegaskan kesiapannya untuk berperan lebih jauh sebagai mitra pemerintah, termasuk jika dilibatkan sebagai pilot project dalam implementasi pengembangan kendaraan listrik di lapangan.
“PRM Bali tidak hanya ingin menjadi pengguna kebijakan, tetapi mitra aktif pemerintah. Kami siap berkolaborasi agar kebijakan transisi kendaraan listrik dapat diimplementasikan secara efektif, realistis, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor, PRM Bali berharap Bali dapat menjadi percontohan nasional dalam pengembangan kendaraan listrik di sektor pariwisata, sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Penulis : Made Budiyasa www.madeventure.com
Bergabung Bersama Kami!
Sebagai Perhimpunan yang berperan aktif, memberikan dukungan, masukan dan kritikan dalam membantu pemerintahan untuk meningkatkan sarana transportasi pada umumnya.


