Modus Baru Penipuan Sewa Kendaraan di Bali: Gunakan Media Sosial dan Kripto untuk Menipu Pengusaha Rental

Get One Indonesia

08 November 2025

Bali, 2025 — Sebuah modus penipuan baru menimpa pelaku usaha rental kendaraan di Bali. Salah satu anggota organisasi rental motor setempat menjadi korban dari sindikat penipu yang memanfaatkan media sosial seperti Telegram dan Facebook untuk menjalankan aksinya.

Kronologi Kejadian

Kasus bermula ketika pelaku memasarkan kendaraan — baik motor maupun mobil — di media sosial dengan harga sangat murah, bahkan di bawah harga pasaran. Untuk menarik calon korban, pelaku mengklaim bahwa kendaraan yang ditawarkan memiliki “full insurance”, seolah-olah memberikan jaminan keamanan bagi penyewa.

Calon penyewa, yang sebagian besar merupakan warga negara asing (WNA), kemudian tertarik dan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pelaku melalui Telegram atau media sosial lainnya. Setelah terjadi kesepakatan, pelaku mulai mencari kendaraan sungguhan untuk disewakan.

Langkah berikutnya, pelaku memposting permintaan unit di berbagai grup Facebook atau Telegram yang diikuti oleh para pemilik rental kendaraan. Dengan gaya meyakinkan dan tawaran harga yang tidak jauh dari standar, pelaku berhasil mendapatkan unit dari pengusaha rental lokal.

Modus Operandi

Untuk menumbuhkan kepercayaan, pelaku meminta pemilik rental mengirim langsung kendaraan kepada penyewa (WNA) tanpa melalui dirinya sebagai perantara. Ia juga menegaskan agar harga sewa tidak dicantumkan dalam surat perjanjian (rental agreement) dengan alasan administratif, agar terlihat “resmi” di mata penyewa.

Setelah unit diterima oleh WNA, pelaku meminta pembayaran dilakukan dalam bentuk mata uang kripto seperti Bitcoin, dengan dalih keamanan transaksi. Padahal, metode ini dipilih karena sulit dilacak oleh pihak berwenang.

Sayangnya, setelah kendaraan diserahkan, uang pembayaran tidak pernah diterima oleh pihak rental. Nomor kontak pelaku kemudian diblokir dan akun media sosialnya menghilang, meninggalkan korban yang baru menyadari telah tertipu.

Kerugian dan Dampak

Akibat modus ini, pemilik rental kehilangan kendaraan yang telah diserahkan kepada penyewa, sementara WNA juga menjadi korban karena menyewa melalui jalur ilegal. Organisasi rental menyebut kasus ini merugikan tidak hanya secara finansial, tetapi juga mencoreng citra bisnis penyewaan kendaraan di Bali.

Hmbauan untuk Pelaku Usaha

Organisasi rental di Bali mengimbau seluruh anggotanya untuk lebih berhati-hati terhadap permintaan sewa dari pihak tidak dikenal, terutama yang dilakukan melalui media sosial.
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:

  • Selalu verifikasi identitas calon penyewa dan perantara.

  • Hindari transaksi tanpa perjanjian tertulis dengan nilai sewa yang jelas.

  • Tolak pembayaran melalui kripto atau metode yang tidak bisa dilacak.

  • Laporkan segera setiap indikasi penipuan ke pihak kepolisian atau organisasi terkait.

Kasus ini diharapkan menjadi peringatan bagi pelaku usaha di sektor pariwisata agar tetap waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan digital yang semakin berkembang.



Bergabung Bersama Kami!

Sebagai Perhimpunan yang berperan aktif, memberikan dukungan, masukan dan kritikan dalam membantu pemerintahan untuk meningkatkan sarana transportasi pada umumnya.